Sepeda Motor Dilarang Melewati Jalan Tol, Ini Aturannya

Pada akhir 2020 lalu, pengendara sepeda motor ilegal menerobos jalan tol sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas beruntun 10 kendaraan. Sebelumnya, sempat viral pengendara sepeda motor dengan tiga penumpang perempuan yang menerobos tol Jakarta-Cikampek juga berakibat kecelakaan.

Pada dasarnya, jalan tol tidak diperuntukkan bagi pengendara sepeda motor. Jalan bebas hambatan ini didesain khusus untuk kendaraan roda empat atau lebih, baik itu mobil, bus, atau truk. 

Pengendara sepeda motor yang nekat melintasi tol digolongkan sebagai pelanggaran lalu lintas. Pelanggar akan dikenakan denda paling banyak Rp3 juta atau kurungan penjara maksimal 14 hari.

Alasan pengendara motor dilarang melintasi tol karena jalur ini mengharuskan pengemudi melaju dengan kecepatan tinggi. Minimal kecepatan kendaraan yang melintasi tol adalah 60 kilometer per jam dan maksimal 100 kilometer per jam.

Menurut Training Director Defensive Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, bobot sepeda motor yang ringan tidak mendukung untuk melaju cepat dengan konstan, apalagi saling bersisian dengan kendaraan roda empat atau lebih. 

“Bobot pada motor sangat ringan, jauh dibandingkan kendaraan roda empat atau lebih. Terkena angin saja sudah goyang,” ujar Jusri Pulubuhu.

Larangan pengendara sepeda motor melintasi jalan tol ini tertera dalam Undang-Undang (UU) Tentang Jalan Nomor 38 Tahun 2004 Pasal 63 yang menyatakan bahwa jalan tol hanya diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih

“Setiap orang selain pengguna jalan tol dan petugas jalan tol yang dengan sengaja memasuki jalan tol dipidana dengan pidana kurungan paling lama 14 hari atau denda paling banyak Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah),” bunyi pasal 63 ayat 6 UU 38/2004.

Jalan Tol Khusus Sepeda Motor

Kendati jalan tol diperuntukkan untuk kendaraan roda empat atau lebih, ada juga jalan tol yang menyediakan lajur khusus bagi pengendara sepeda motor. Contohnya adalah jalan tol Surabaya-Madura (Suramadu) atau jalan tol Bali-Mandara. 

Untuk jalan tol semacam ini, pengendara sepeda motor diperbolehkan melintasinya, sebagaimana tertera dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2009 Pasal 38 sebagai berikut.

“Pada jalan tol dapat dilengkapi dengan jalur jalan tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih,” bunyi PP 44/2009 Pasal 38 ayat 1a yang menjelaskan jalan tol khusus sepeda motor.

Sebagai misal, pada jalan tol Bali-Mandara atau jalan tol Suramadu, disediakan lajur khusus untuk pesepeda motor. Lajur ini terpisah dengan kendaraan roda empat atau lebih.

Pengendara sepeda motor yang diizinkan melintasi tol hanyalah pihak kepolisian atau petugas tol bersangkutan. Mereka ini pun sudah terlatih secara profesional sehingga aman melintasi jalan bebas hambatan tersebut.

Baca juga: 4 Jenis Pelanggaran Lalu Lintas di Jalan Tol yang Kena ETLE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *