Mengenal SIM Internasional dan Cara Membuatnya di NTMC Polri

Jika ingin bepergian ke luar negeri, calon pelancong mesti menyiapkan berkas-berkas penting yang harus dilengkapi, salah satunya adalah Surat Izin Mengemudi (SIM) Internasional agar aman berkendara di negara lain.

Dengan SIM Internasional, Anda dapat mengendarai kendaraan pribadi untuk melintasi batas negara. Jika tidak bepergian dengan kendaraan pribadi, Anda juga dapat menggunakan SIM Internasional jika sewaktu-waktu menyewa kendaraan di negara lain sehingga tergolong legal mengendarainya sendiri.

Dalam bahasa Inggris, Surat Izin Mengemudi (SIM) Internasional adalah international driver licence yang berlaku di ratusan negara di dunia yang mengakui legalitas SIM Internasional.

Penerbitan SIM Internasional ini adalah hasil kesepakatan Paris Convention on Motor Traffic pada 1926, yang kemudian disempurnakan pada Geneva Convention on Road Traffic 1949. Penyempurnaan terakhir SIM Internasional ini dilakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Konvensi Vienna tentang Lalu Lintas Jalan pada 1968.

Baca juga: Bagaimana Cara dan Aturan Terbaru Mendapatkan SIM Gratis?

Jadi, SIM Internasional yang berlaku sekarang berdasarkan Annexe 6 untuk SIM Domestik dan Annexe 7 untuk SIM Internasional Konvensi Vienna 1968.

Setiap negara yang menyepakati konvensi tersebut memiliki perwakilan masing-masing untuk penerbitan SIM Internasional. Di Indonesia, penerbitan SIM Internasional dilakukan oleh Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri). Kalau mau membuat SIM Internasional, Anda perlu melakukan registrasi atau pendaftaran daring, serta datang langsung ke gedung NTMC (National Traffic Management Center) Polri, bukan ke Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM, tempat untuk mengurus SIM umum.

Cara Membuat SIM Internasional

Pembuatan SIM Internasional tergolong mudah. Bagi Anda yang sudah memiliki SIM umum, baik itu SIM A atau SIM C, tidak perlu mengikuti tes berkendara lagi. 

Namun, jika belum memiliki SIM umum, maka Anda harus mengurus pembuatan SIM umum terlebih dahulu untuk membuat SIM Internasional. Berikut ini tahapan penerbitan SIM Internasional.

  1. Dokumen Pembuatan SIM Internasional

Siapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk penerbitan SIM Internasional sebagai berikut:

  • SIM asli (SIM Umum)
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli
  • Paspor asli
  • Hasil print atau capture pendaftaran dan bukti pembayaran
  • Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) khusus Warga Negara Asing (WNA)
  1. Melakukan Pendaftaran SIM Internasional

Pendaftaran SIM Internasional dilakukan secara daring melalui situs web yang sudah disiapkan Korlantas Polri.

  • Mengakses situs web: https://siminternasional.korlantas.polri.go.id/ 
  • Isi nama lengkap (sesuai paspor yang akan digunakan bepergian), golongan SIM nasional (umum), nomor SIM nasional, pilih gerai SIM Internasional untuk jadwal kedatangan, dan pilih tanggal kedatangan
  • Klik “Lanjut”
  • Isi formulir pendaftaran SIM Internasional dengan lengkap
  • Setelah selesai, klik “Daftar”
  • Lakukan screenshot atau cetak bukti/print pendaftaran daring Anda
  1. Lakukan pembayaran melalui transfer bank, mobile banking, ataupun lewat ATM berdasarkan nomor rekening yang diberikan situs web di atas. Kemudian, simpan bukti pembayarannya.

Biaya pembuatan SIM Internasional yang dibayarkan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah sebesar Rp250 ribu, sementara itu perpanjangan SIM Internasional adalah Rp225 ribu.

  1. Setelah melakukan pembayaran, datanglah ke Gerai SIM Internasional online di NTMC Polri di tanggal yang sudah Anda pilih dengan membawa berkas persyaratan, bukti registrasi online, dan bukti pembayarannya.
  2. Petugas akan melakukan verifikasi SIM asli, paspor asli, KTP asli, dan KITAP asli khusus WNA
  3. Anda kemudian diminta melakukan identifikasi melalui foto, sidik jari, dan tanda tangan elektronik
  4. Tunggu sebentar, SIM Internasional Anda akan diterbitkan dalam waktu 3 menit.

Berbeda dengan SIM umum yang berlaku selama lima tahun, SIM Internasional hanya berlaku dalam durasi waktu tiga tahun sejak masa pembuatannya.

Kendati sudah mengantongi SIM Internasional, pengendara kendaraan tidak boleh seenaknya berkendara di negara orang. Setiap kali bepergian ke luar negeri, cermati aturan lalu lintasnya sebab pasti ada perbedaan antara aturan lalu lintas di Indonesia dan luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *