Memasuki Musim Penghujan, Berikut Tips Berkendara untuk Kamu

Pada Oktober ini, sejumlah daerah di Indonesia sudah memasuki musim penghujan, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Pemantauan iklim itu dilakukan melalui stasiun pengamatan hujan di seluruh wilayah Indonesia sampai pekan awal atau dasarian I Oktober 2021.

Memasuki musim hujan, para pengendara harus waspada dan siap siaga mengemudi di jalanan becek dan berair. Tentunya, berkendara di musim penghujan berbeda daripada berkendara di musim kemarau.

Jalanan yang licin akibat hujan berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Hal ini tertera dalam data Korlantas Polri yang menyatakan bahwa dari keseluruhan faktor alam, hujan menyebabkan 65 persen kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Setidaknya, dua kecelakaan terjadi setiap harinya akibat hujan. 

Berikut ini tips-tips aman berkendara di musim hujan agar selamat sampai tujuan.

Pastikan tekanan angin dan alur ban normal

Di musim hujan, banyak terjadi kecelakaan karena ban kendaraan yang tergelincir di jalan raya. Sebabnya adalah traksi ban yang kurang menggigit.

Alasan traksi ban kurang menggigit adalah tekanan anginnya yang kurang atau ban sudah kempes. Tekanan angin yang baik adalah yang sesuai rekomendasi pabrikan. Rekomendasi itu tercatat di manual sepeda motor atau plakat ban. 

Pada musim penghujan, traksi ban juga bergantung pada kedalaman alur ban. Jika gigitannya sudah berkurang, artinya ban itu sudah mencapai tread wear indicator (TWI). Dalam bahasa awam, bannya sudah botak dan melebihi masa pakai. 

Dengan demikian, pengendara mesti mengganti ban luarnya dengan ban baru agar lebih aman dan nyaman berkendara di musim penghujan.

Semua lampu kendaraan harus menyala dan klakson berfungsi baik

Di musim penghujan, semua lampu kendaraan harus menyala dan berfungsi normal. Pastikan lampunya menggunakan bohlam standar, baik lampu senja, lampu utama, lampu kabut, hingga lampu sein. 

Ketika hujan turun deras, nyalakan lampu untuk menunjukkan keberadaan Anda. Sebab, derasnya hujan kerap menutupi pandangan pengendara lain. 

Pastikan juga klakson berfungsi normal untuk sinyal komunikasi dengan pengendara lain. Klakson ini penting untuk mengingatkan pengguna jalan lain demi menghindari kecelakaan lalu lintas.

Jangan berkendara dengan kecepatan tinggi ketika turun hujan

Berkendara dengan kecepatan tinggi ketika turun hujan berisiko menjadikan ban selip di jalan raya. Meskipun traksi ban kuat, genangan air kadang masih membuat jalan licin dan bisa menjadikan kendaraan tergelincir.

Pelankan kendaraan ketika hujan deras. Hal ini bertujuan untuk memastikan ban menempel normal di jalan dan daya cengkramnya lebih baik.

Jaga jarak dengan kendaraan lain

Saat berkendara di tengah hujan lebat, pengendara sebaiknya lebih waspada dan menjaga jarak, setidaknya tiga detik dengan kendaraan di depannya.

Tujuan jaga jarak aman ini adalah untuk menghindari tabrakan. Saat berhenti mendadak, tidak mustahil akan terjadi benturan dengan kendaraan di depan Anda.

Jangan terobos genangan air di jalan

Tak jarang, curah hujan membuat jalanan becek dan jalan berlubang jadi tergenang air. Jika Anda berkendara ketika hujan turun, hindari melintasi genangan air, apalagi yang lebih tinggi dari roda kendaraan atau trotoar.

Keadaan ini bisa menjadikan air masuk ke knalpot atau mengganggu kinerja busi. Tarikan mesin akan lebih berat. Dalam kondisi ekstrem, hal itu dapat menyebabkan kendaraan macet dan tak bisa dihidupkan lagi.

Siap sedia jas hujan dan payung

Di musim penghujan, selalu siapkan jas hujan dan payung di jok sepeda motor. Sewaktu-waktu, hujan dapat turun dan pengendara harus siap sedia sebelum hal itu terjadi.

Jas hujan adalah peralatan wajib ada bagi pengendara sepeda motor. Pada dasarnya, ada banyak ragam jas hujan. Untuk mengenal jenis-jenis mantel hujan dan fungsinya, klik di sini.

Siapkan sepatu karet anti air

Alih-alih mengganti sepatu dengan sandal jepit, sebaiknya kebiasaan lama itu dihindari. Berkendara dengan sandal jepit berisiko menjadikan kaki tergelincir. 

Kalau terjadi kecelakaan pun, kondisi kaki yang hanya bersandal jepit atau malah nyeker berisiko cedera parah karena tidak terlindungi dengan baik.

Saat ini, banyak produsen sepatu yang membuat produk sepatu karet anti air. Jenis sepatu ini khusus untuk digunakan ketika hujan.

Artinya, ketika hujan turun, Anda dapat mengganti sepatu yang biasa dikenakan dengan sepatu karet anti air yang tidak licin di jalan dan memang didesain untuk pengendara di musim penghujan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *