Kenali Fungsi Pelat Kendaraan sesuai Aturan Lalu Lintas

Pelat nomor kendaraan adalah identitas kendaraan yang dikendarai pengemudi. Melalui pelat nomor, pengendara dapat membedakan kendaraan satu dengan yang lainnya dengan mudah.

Biasanya, pelat nomor kendaraan berbentuk potongan logam atau plastik dengan kode huruf dan angka. Ia dipasang di bagian depan dan belakang kendaraan bermotor.

Ketika diperhatikan dengan detail, pelat nomor berisi deretan huruf dan angka, beserta masa berlaku pelat tersebut. 

Berdasarkan aturan lalu lintas, huruf awal dalam pelat kendaraan berisi kode wilayah. Selanjutnya, rangkaian empat nomor di depannya adalah nomor polisi yang ditetapkan oleh Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

Sementara itu, tiga huruf terakhir pada pelat nomor menandakan kode kota. Sebagai misal, pelat nomor AB 7834 BC. Itu artinya, AB menunjukkan kode wilayah DIY Yogyakarta, 7834 sebagai nomor polisi, sementara B menunjukkan kode kota untuk Bantul. Huruf C berperan sebagai huruf acak yang berfungsi sebagai pembeda.

Di sisi lain, kendaraan dinas milik pemerintah memiliki kode pelat nomor tersendiri. Sebagai misal, angka yang ada di belakang nomor polisi memiliki arti sendiri, misalnya RFS untuk kendaraan pejabat sekretariat negara, CD dan CC untuk mobil kedutaan besar. RFP untuk polisi, serta RFD, RFU, dan RFL digunakan pada kendaraan TNI.

Kode angka dan huruf itu akan berbeda pada pelat nomor cantik pesanan pribadi. Pelat nomor cantik dapat diatur sesuai kehendak pemilik kendaraan, namun harganya lebih mahal daripada pelat nomor biasanya. Detailnya dapat dilihat di sini.

Akan tetapi, pada umumnya (selain pelat nomor cantik), pelat kendaraan wajib memuat nomor registrasi, kode wilayah, serta masa berlaku, sesuai Undang-Undang (UU) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009 pasal 68.

Kesalahan Pelat Nomor Kendaraan yang Rawan Tilang

Pemasangan pelat nomor kendaraan wajib mengikuti aturan berlaku. Karena fungsinya adalah sebagai pembeda dan identitas kendaraan, ia harus dapat dibaca dengan jelas.

Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 55 Tahun 2012 mengharuskan pelat nomor dapat dibaca dalam jarak sekitar 50 meter. Artinya, ukuran dan jenis hurufnya (font) harus cukup besar dan jelas.

Secara detail, berikut ini sejumlah pelat nomor kendaraan yang rawan tilang polisi karena tidak sesuai aturan.

  1. Ukuran plat nomor tidak sesuai standar (terlalu besar/kecil)
  2. Warna plat diubah atau ditutup mika sehingga warnanya berbeda
  3. Huruf dan angkanya diubah seperti huruf digital
  4. Memasang stiker/logo seolah-olah pejabat
  5. Huruf atau angkanya diubah agar terbentuk nama
  6. Menggunakan huruf miring/timbul
  7. Menyamarkan sebagian angka atau huruf menggunakan piloks sehingga sulit dibaca.

Selain itu, jika pengendara bermaksud memindahkan letak pelat nomornya, jangan sampai jauh dari lokasi aslinya. 

Sering kali, pada motor besar (moge), pelat nomor kendaraan diposisikan di area mesin, di atas ban sepeda motor. Kondisi ini menjadikan pelat nomor bagian belakang sulit dibaca dan rawan tilang polisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *