Kenali 4 Jenis-jenis Helm dan Fungsinya saat Berkendara

Secara umum, helm berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan saat mengendarai sepeda motor. Jika terjadi hal-hal tak diinginkan, seperti kecelakaan lalu lintas, maka bantalan lembut pada helm berguna agar melindungi kepala agar tidak cedera.

Risiko kematian karena benturan kepada dapat dikurangi 2-5 kali lebih aman dengan mengenakan helm. Karena itulah, keselamatan pengendara menjadi prioritas utama saat mengendarai sepeda motor. 

Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 291 menyebutkan bahwa pengendara yang tidak mengenakan helm akan didenda paling banyak Rp250 ribu atau pidana kurungan paling lama satu bulan.

Pada saat bersamaan, helm yang dijual di pasaran ada beragam jenisnya. Agar tidak salah pilih, pengendara perlu mengenali jenis-jenis helm yang disesuaikan dengan kebutuhan berkendara berikut ini.

  1. Keamanan penuh dengan helm fullface

Helm paling aman untuk dikenakan selama berkendara adalah helm fullface. Helm jenis ini didesain untuk melindungi seluruh area kepala. Karena itu, helm fullface selalu digunakan untuk helm kompetisi balap karena perlindungan penuhnya.

Namun, kekurangannya, helm ini tidak praktis, terutama bagi perempuan yang mengenakan kerudung. Karena helm fullface didesain untuk menutupi seluruh kepala, maka perempuan berhijab akan terganggu dan terasa tidak nyaman.

  1. Harga terjangkau dengan helm half-face

Helm half-face biasanya lebih murah harganya dari helm fullface. Selain itu, desainnya yang hanya menutupi setengah kepala menjadikannya lebih praktis daripada helm fullface. 

Orang yang berkendara jarak dekat direkomendasikan mengenakan helm half-face karena visibilitasnya yang luas. Dengan demikian, pandangan pengendara akan lebih leluasa daripada mengenakan helm fullface. Karena itu juga, helm jenis ini dikenal dengan sebutan helm open face.

Sayangnya, kepraktisan itu tidak diiringi dengan perlindungan di bagian dagu. Jika terjadi kecelakaan, maka bagian dagu atau wajah pengendara masih berisiko cedera atau luka-luka.

  1. Helm modular, gabungan fullface dan half-face

Gabungan dari helm half-face dan fullface adalah helm modular. Sejauh ini, helm modular dianggap sebagai jenis helm terbaik karena menggabungkan fitur dari dua jenis helm di atas. Ia dapat diatur agar menjadi fullface dengan menutup bagian depannya, namun bisa juga dibuka sehingga memudahkan visibilitas pengendara.

Selain itu, helm modular mudah digunakan dan dapat melindungi kepala dari benturan. Untuk keamanan penuh, jangan pilih helm modular yang memiliki kait penutup depan, pilih yang tersambung. Sebab, ketika terjadi kecelakaan, bisa jadi, penutup depannya terlepas sehingga bagian dagu pengendara tetap berisiko cedera. 

  1. Helm motorcross untuk sepeda motor trail 

Pengendara motor trail yang kerap melewati jalur terjal, berbatu, tidak rata, dan rute berbahaya sebaiknya mengenakan helm khusus yaitu helm motorcross.

Helm jenis ini termasuk helm fullface, namun bentuknya didesain lebih gagah lagi, serta bantalan bagian dalamnya lebih tebal dan sangat aman. Bagian depan helm, terutama area dagu didesain lebih panjang.

Selain helm-helm yang disebutkan di atas, sebenarnya ada juga jenis helm custom, yaitu helm yang dibikin sesuai pesanan pengendara, dengan desain yang sudah diminta atau dipersiapkan sebelumnya.

Patut menjadi catatan, mengenakan helm adalah kewajiban seluruh pengendara di Indonesia. Selain menjaga keamanan pribadi, helm juga memiliki banyak manfaat, misalnya melindungi kepala dari hantaman kerikil atau paparan debu yang mengganggu kenyamanan berkendara.

Helm juga mengurangi desau angin yang kelewat keras ketika berkendara dengan kecepatan tinggi. Tidak hanya itu, jika sedang turun hujan, helm melindungi kepala pengendara dari titik-titik air yang bisa menghalangi pandangan dan mengganggu konsentrasi berkendara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *