Jangan Bingung, Kenali Perbedaan antara Surat Tilang Biru dan Merah

Ketika terjadi pelanggaran lalu lintas, maka polisi akan melakukan tindak penilangan.  Saat menahan pengemudi kendaraan bermotor yang diduga melanggar aturan, biasanya akan diberikan surat tilang sebagai dasar penindakannya, selain juga menyita SIM dan STNK pelanggar. 

Dalam aturan lalu lintas, terdapat dua jenis surat tilang yang akan diberikan polisi sesuai dengan respons dari pelanggar, yaitu surat tilang biru dan surat tilang merah. Lantas, apa perbedaan keduanya?

Perbedaan warna itu tidak jarang membikin pelanggar bingung. Namun, banyak juga pelanggar yang tidak peduli dengan surat tilang yang ia terima dan menyetujuinya begitu saja.

Pada dasarnya perbedaan surat tilang biru dan merah itu terletak pada kegunaan dan fungsinya bagi pihak pelanggar maupun kepolisian. Aturan mengenai warna surat tilang ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) No Pol: SKEP/443/IV/1998, Tanggal 17 April 1998.

Pertama, surat tilang berwarna merah akan diberikan ketika pelanggar tidak terima dengan keputusan polisi dalam penilangan itu. Dengan demikian, pelanggar akan mengikuti sidang di pengadilan negeri untuk menyampaikan argumentasinya.

Pengadilan kemudian memutuskan apakah pelanggar bersalah atau tidak. Hakim akan mendengarkan keterangan dari pelanggar dan polisi bersangkutan di persidangan setempat di waktu yang sudah ditetapkan, biasanya lima hingga 10 hari kerja dari tanggal penilangan.

Jika pengadilan memutuskan pelanggar tidak bersalah, maka dokumen yang disita, yaitu SIM dan STNK akan dikembalikan dan orang bersangkutan tidak dibebankan denda apa pun. Sementara itu, jika terbukti bersalah, maka pelanggar harus membayar denda terlebih dahulu sebelum menerima dokumen kendaraan bermotornya.

Kedua, surat tilang berwarna biru akan diberikan ketika pelanggar mengakui kesalahannya dan bermaksud membayar denda karena pelanggaran tersebut. 

Biaya denda ini bervariasi tergantung jenis pelanggaran yang dilakukan pengendara. Besaran denda itu terentang mulai dari Rp100 ribu sampai dengan Rp1 juta sesuai dengan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas & Angkutan Jalan (LLAJ).

Pembayaran denda dapat dilakukan melalui Bank BRI tempat kejadian, kemudian orang bersangkutan dapat mengambil dokumen (SIM dan STNK) yang ditahan kepolisian setempat.

Selain surat tilang berwarna biru dan merah, jika diperhatikan dengan seksama, sebenarnya blangkonya tidak hanya terdiri dari dua warna, melainkan ada lima warna, termasuk warna kuning, putih, dan warna hijau.

Namun, yang paling umum bagi masyarakat adalah surat tilang warna biru dan merah karena akan diberikan kepada pelanggar lalu lintas. Sementara itu, surat tilang berwarna kuning akan menjadi arsip kepolisian, warna putih untuk arsip kejaksaan, dan warna hijau untuk arsip pengadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *