Jangan Asal Pasang, Ini Aturan Pemasangan Kaca Film Mobil

Pemilik mobil biasanya memasang kaca film sebagai lapisan tambahan pada kaca mobil untuk mengurangi hawa panas. Kendati demikian, pemasangan kaca film tak boleh sembarangan, ada regulasi khusus yang mengaturnya. Pemilik mobil yang asal pasang kaca film akan kena denda paling banyak Rp500 ribu atau kurungan penjara maksimal dua bulan.

Selain untuk mengurangi panas, pemasangan kaca film juga berguna untuk memberikan privasi dan keamanan kepada penumpang mobil. 

Sayangnya, kaca film yang terlalu gelap malah akan menyulitkan pengemudi dan mengurangi visibilitasnya, sebagaimana disampaikan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu.

“Pada saat mengemudi ada faktor-faktor yang dapat mengganggu konsentrasi pada saat mengemudi, terutama pandangan. Penggunaan kaca film yang terlalu gelap akan mengganggu visibilitas pengemudi terutama pada saat hujan deras atau malam hari,” kata Jusri Pulubuhu.

Bukannya menambah kenyamanan, pemasangan kaca film yang tak sesuai aturan malahan berisiko mengakibatkan kecelakaan. Kaca film yang terlalu gelap dianggap sebagai perlengkapan kendaraan yang tak layak sehingga tergolong pelanggaran lalu lintas.

Hal ini tertera dalam Undang-Undang (UU) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 285 ayat 2 sebagai berikut.

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badan kendaraan, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, atau penghapus kaca dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu”

Prinsip aturan di atas adalah menghindari hal-hal yang mendistorsi visibilitas atau mengganggu konsentrasi berkendara. Karena itu juga, pemilik kendaraan yang menempelkan stiker atau tempelan lain pada kaca mobil sampai mengganggu pandangan pengemudi dianggap sebagai pelanggaran lalu lintas.

Aturan Pemasangan Kaca Film

Aturan pemasangan kaca film pada kendaraan roda empat atau mobil tertera dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 439/U/Phb-76 tentang Penggunaan Kaca pada Kendaraan Bermotor sebagai berikut.

Pertama, kaca mobil bagian depan, belakang, dan samping harus terbuat dari bahan yang tak mudah pecah.

Kedua, kaca film harus tembus pandang, bisa dilihat dari luar, serta tidak mengganggu penglihatan orang dalam mobil untuk melihat ke luar.

Ketiga, presentase penembusan cahaya untuk kaca film yang berlapis bahan pewarna (film coating) tidak kurang dari 40 persen. Hal ini berlaku untuk kaca film sepanjang sisi atas yang lebarnya tidak lebih dari sepertiga tinggi kaca yang bersangkutan.  

Keempat, penggunaan kaca berwarna atau kaca berlapis pewarna (kaca film) diperbolehkan untuk kendaraan bermotor, asalkan kaca tersebut dapat tembus cahaya dengan persentase penembusan tidak kurang dari 70 persen.

Pemasangan kaca film yang benar dapat menahan sinar matahari dan melindungi kabin agar tidak bisa dilihat dari luar, selain juga tetap mempertahankan kenyamanan penglihatan pengemudi dan penumpang mobil dari dalam.

Baca juga: Jangan Asal Pencet, Ini Aturan Menggunakan Klakson

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *