Isyarat Tangan untuk Pengendara Sepeda di Jalan Raya

Tren bersepeda kian meningkat selama pandemi Covid-19. Kegiatan bersepeda dinilai cocok untuk menjaga kondisi fisik tetap prima agar terhindar dari virus. Selain alasan kesehatan, kegiatan bersepeda juga dapat menghilangkan kepenatan karena sembari bersepeda, kita dapat melihat panorama sekitar jalan.

Akan tetapi, sebagai pengguna jalan, pengendara sepeda juga perlu untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Jalan raya merupakan fasilitas publik yang dapat diakses siapapun, tak terkecuali pengendara motor.

Sepeda yang memiliki kecepatan lebih lambat dari kendaraan bermotor memiliki risiko mengalami kecelakaan. Oleh sebab itu, mematuhi peraturan lalu lintas menjadi penting.

Bersepeda dengan aman tidak hanya perlu untuk keselamatan diri sendiri tetapi juga keselamatan pengguna jalan yang lain.

Beberapa aturan kelengkapan sepeda seperti menggunakan helm, memasang alat pemantul cahaya, memasang rem, dan bersepeda sesuai jalurnya wajib dipenuhi pesepeda untuk mengamankan diri.

Selain beberapa aturan di atas, terdapat pula aturan lain yang perlu diperhatikan pengendara sepeda, yakni penggunaan isyarat tangan.

Isyarat tangan pengendara sepeda penting lantaran sepeda tidak dilengkapi dengan lampu sein atau lampu rem sebagai tanda berpindah jalur. Karenanya, isyarat tangan dapat menjadi sarana komunikasi antar pengendara di jalan.

Lewat Peraturan Menteri Perhubungan nomor 59 tahun 2020, Kementerian Perhubungan telah merumuskan macam-macam isyarat tangan yang dapat dilakukan pengendara sepeda di jalan raya.

Terdapat empat isyarat yang dapat digunakan, masing-masing isyarat untuk berbelok, berhenti, dan menyilakan pengendara lain untuk mendahului. 

Namun, ketika hendak melakukan isyarat-isyarat tangan berikut ini, pengendara sepeda wajib memerhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya. 

Berikut merupakan empat isyarat tangan bagi pengendara sepeda menurut Permen Perhubungan nomor 59 tahun 2020:

Isyarat Berbelok Kanan

Ilustrasi Isyarat Berbelok Kanan (Sumber: instagram/@dishubdkijakarta)

Jika hendak berbelok ke arah kanan, maka pengendara sepeda wajib merentangkan lengan kanan menjauhi tubuh hingga setinggi bahu. 

Hal ini dimaksudkan agar pengendara lain di belakangnya mengetahui arah belokan, sehingga dapat menyesuaikan kecepatannya.

Isyarat Berbelok Kiri

Ilustrasi Isyarat Berbelok Kiri (Sumber: instagram/@dishubdkijakarta)

Jika hendak berbelok ke arah kiri, maka pengendara sepeda wajib merentangkan lengan kiri menjauhi tubuh hingga setinggi bahu. 

Hal ini dimaksudkan agar pengendara lain di belakangnya tidak terkejut dan dapat menyesuaikan kecepatan.

Isyarat Berhenti

Ilustrasi Isyarat Berhenti (Sumber: instagram/@dishubdkijakarta)

Ketika menemui kemacetan atau keadaan yang memaksa untuk berhenti, pengendara sepeda wajib mengangkat salah satu tangan di samping atas kepala. 

Isyarat ini serupa dengan lampu rem untuk memberi aba-aba ke pengendara di belakangnya dan dapat segera melakukan penyesuaian kecepatan.

Isyarat Menyilakan Mendahului

Ilustrasi Isyarat Menyilakan Mendahului (Sumber: instagram/@dishubdkijakarta)

Sepeda memiliki kecepatan yang lebih rendah daripada kendaraan bermotor. Oleh karenanya seringkali diperlukan isyarat untuk menyilakan pengendara lain untuk mendahului.

Isyarat ini dapat dilakukan dengan cara mengayunkan tangan kanan dari belakang ke depan secara berulang.

Baca juga: Aturan Bersepeda bagi Pesepeda di Jalan Raya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *