Hormati Pedestrian, Ini Sanksi Bagi Penerobos Trotoar

Hormati Pedestrian, Ini Sanksi Bagi Penerobos Trotoar (Foto: Fajar.co.id)

Pengguna jalan tidak hanya pengendara sepeda motor dan mobil, pejalan kaki pun termasuk ke dalam pengguna jalan dan memiliki hak untuk menggunakan fasilitas yang ada. Maka dari itu, untuk sama-sama mendapatkan hak menggunakan jalan, dibangunlan trotoar untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Namun, kerap kali hak para pejalan kaki ini diambil oleh para pengendara motor. Alasannya, para pengendara motor menerobos jalur trotoar untuk menghindari macet, supaya lebih cepat sampai ke tujuan.

Selain mengganggu pejalan kaki, menerobos trotoar yang dilakukan pemotor juga menggangu Pedagang Kaki Lima (PKL). Hal ini menimbulkan ketidaknyamanan dan bisa memancing terjadinya keributan di jalan raya. 

Maka dari itu, pengendara motor diharapkan lebih waspada dan menghomarti pengguna jalan lainnya. Sebab, jika terjadi pelanggaran, ada aturan yang akan menindak para pemotor yang menerobos jalur pedestrian ini.

Aturan dan Fungsi Trotoar Bagi Pengguna Jalan

Sesuai dengan pasal 45 ayat 1 dan 131 Undang-Undang (UU) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) No. 22 Tahun 2009, trotoar merupakan hak pejalan kaki dan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Artinya, secara hukum, trotoar tidak boleh digunakan oleh para pemotor dan kegiatan lainnya selain para pedestrian.

Peraturan lain mengenai trotoar juga terdapat pada Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2006 Tentang Jalan yang menyebutkan bahwa trotoar adalah salah satu bentuk fasilitas pendukung dalam penyelenggaraan lalu lintas.

Selain fasilitas trotoar, fasilitas lainnya seperti penyeberangan untuk pejalan kaki, lajur sepeda, serta halte juga dikhususkan untuk pengguna non-motor, lansia, maupun difabel. 

Jadi, sudah jelas bagi para pengguna motor untuk selalu menaati aturan, serta tidak menggunakan trotoar atau fasilitas lain demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

Sanksi Pemotor yang Melintasi Trotoar

Setiap orang yang mengemudikan atau mengendarai kendaraan bermotor di jalan wajib untuk memprioritaskan keselamatan para pejalan kaki dan pesepeda, sebagaimana tertulis pada UU LLAJ 22/2009 pasal 106 ayat 2. Maka dari itu, para pengendara motor tidak boleh egois di jalan raya.

Jika pemotor melakukan pelanggaran, maka ada sanksi yang ditimpakan. Sesuai dengan regulasi yang sama, maka pelanggar diancam dengan hukuman pidana kurungan maksimal dua bulan dan denda maksimal Rp500.000. Pelanggar yang membahayakan keselamatan para pejalan kaki harus dihukum sesuai aturan berlaku.

Pasal-pasal itu telah menerangkan dengan jelas berbagai hukuman dan aturan soal berkendara. Untuk para pengendara motor, jika tidak mau terkena sanksi, taatilah aturan sesuai regulasi yang ada.

Baca juga: Jangan Lewati Jalur Sepeda, Ini Besaran Denda Tilangnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *