Cara Mudah Mengurus BPKB Hilang di Kepolisian dan Samsat

Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) adalah dokumen resmi yang menunjukkan bahwa kendaraan bermotor, baik itu mobil atau sepeda motor merupakan milik sah oleh individu bersangkutan. Tanpa BPKB, kendaraan bermotor dianggap ilegal. Jikapun dijual, harganya akan turun drastis karena dokumennya tidak lengkap.

Di sisi lain, BPKB juga tergolong surat berharga, ia bisa dijadikan agunan untuk pinjam-meminjam. Karena itulah, jika BPKB hilang karena berbagai alasan, seperti bencana alam, banjir, kebakaran, ataupun pencurian, maka pemiliknya harus segera mengurusnya ke kantor kepolisian dan kantor Sistem Manunggal Satu Atap (Samsat).

Sebagaimana dokumen berharga lainnya, pemilik kendaraan sebaiknya memfotokopi atau men-scan BPKB selepas membeli kendaraan bermotor. Fotokopi atau scan BPKB itu akan menjadi penting jika terjadi hal-hal tidak diinginkan, termasuk jika BPKB hilang.

Hal ini dikarenakan untuk mengurus BPKB, biasanya akan diminta salinan fotokopi BPKB yang hilang tersebut sebagai acuan untuk menerbitkan BPKB baru. Laman NTMC Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menuliskan sejumlah dokumen administratif yang harus disiapkan oleh pemilik kendaraan tersebut. Dokumen itu ada yang harus diurus di kepolisian, sampai juga dengan iklan di media massa. Berikut ini sejumlah dokumen administratif yang harus dilengkapi:

  • Surat pernyataan BPKB hilang bermaterai dan diteken pemilik kendaraan
  • Surat Keterangan Kehilangan BPKB dari kantor kepolisian terdekat
  • KTP atau SIM pemilik kendaraan beserta fotokopi
  • Bukti pemasangan iklan kehilangan BPKB di media massa
  • Surat keterangan BPKB tidak dalam status agunan bank
  • Berita Acara Pemeriksaan (BAP) singkat dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim)
  • STNK asli dan fotokopinya, serta catatan pajak yang berlaku

Langkah-langkah mengurus BPKB hilang adalah sebagai berikut:

  1. Mendatangi kantor kepolisian terdekat untuk mengurus surat kehilangan BPKB dan berita acara kehilangan dari Bareskrim

Untuk mengganti BPKB yang hilang, maka pemilik kendaraan harus mengurus surat kehilangan terlebih dahulu di kantor polisi terdekat, baik itu Polres atau Polsek. 

Surat kehilangan itu akan menunjukkan waktu kehilangannya, detail BPKB yang hilang, dan identitas Anda sebagai pemilik BPKB tersebut.

Selama membuat surat kehilangan BPKB, jangan lupa untuk menyiapkan fotokopi BPKB sebelum hilang, serta KTP Anda.

Ketika mengurus surat kehilangan BPKB, ada juga berita acara singkat dari Bareskrim. Dari situ, Anda juga akan memperoleh surat tanda penerimaan laporan dari kepolisian.

  1. Membuat surat pernyataan BPKB

Untuk mengurus BPKB hilang, Anda juga harus membuat surat pernyataan yang membuktikan bahwa BPKB itu benar-benar hilang, bukan dalam status jaminan atau agunan bank. Surat pernyataan ini harus disertai materai, serta ditandatangani pemilik kendaraan.

  1. Menyampaikan bukti pemasangan iklan di media massa

Untuk pembuktian lebih lanjut, pengurusan BPKB hilang juga mesti menyertakan bukti pemasangan iklan kehilangan dari media massa, setidaknya dari dua media massa berbeda.

Bukti itu dapat berupa kwitansi pembayaran iklan atau kliping dari iklan tersebut. Jika iklan kehilangan itu disiarkan radio, maka pengumumannya minimal dua kali dalam sebulan, dibuktikan dari kwitansi dari pihak radio.

  1. Menyampaikan surat keterangan dari bank bahwa BPKB tidak sedang dijaminkan

Selanjutnya, pembuktian hilangnya BPKB juga dilengkapi dengan surat keterangan dari pihak bank bahwa BPKB atau kendaraan bermotor tersebut tidak dalam status pinjaman bank.

  1. Dokumen pelengkap BPKB hilang

Dokumen pelengkap lain yang disiapkan juga adalah KTP atau SIM pemilik kendaraan beserta fotokopinya, STNK asli dan fotokopinya, catatan pajak yang berlaku, serta fotokopi BPKB yang hilang tersebut.

Jika kendaraan itu adalah milik suatu perusahaan, maka lengkapi juga dengan fotokopi akta atau Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

  1. Mendatangi Samsat dan menyerahkan dokumen-dokumen persyaratan administratif

Setelah dokumen-dokumen administratif di atas lengkap, Anda dapat mendatangi Samsat untuk mengurus BPKB hilang.

Di sini, jangan lupa untuk mencermati identitas pemilik kendaraan atau KTP atau surat kuasa bermaterai bagi yang diwakilkan pengurusan BPKB-nya. 

Sementara itu, jika BPKB itu adalah milik badan usaha, individu mesti menyerahkan akta pendirian, keterangan domisili, surat keterangan bermaterai yang ditandatangani pimpinan dan cap atau stempel perusahaan. 

Sedangkan BPKB milik instansi pemerintah, maka ia mesti menyerahkan surat keterangan kepemilikan yang ditandatangani pimpinan instansi dan stempel resmi instansi.

Samsat akan melakukan pemblokiran BPKB yang hilang, yang kemudian akan diganti dengan BPKB baru.

  1. Cek fisik kendaraan

Setelah mengumpulkan dokumen-dokumen di atas, terdapat formulir yang harus diisi lagi, yang dilanjutkan dengan cek fisik kendaraan. Tujuannya adalah untuk mengetahui nomor rangka dan nomor mesin kendaraan. Setelah mengenali dua nomor tersebut, hasilnya kemudian difotokopi.

Hasil fotokopi nomor kendaraan itu diserahkan di loket untuk pengurusan BPKB hilang, yang dilanjutkan dengan pembayaran biaya ganti pencetakan BPKB yang baru.

  1. Membayar biaya ganti BPKB yang hilang

Biaya untuk pengurusan BPKB motor adalah Rp 225.000 dan BPKB mobil adalah Rp 375.000. Jika sudah melunasi pembayaran itu, Anda akan menerima bukti pelunasan yang akan ditunjukkan ketika mengambil BPKB baru.

  1. Mengambil BPKB baru yang selesai dicetak 

Tahapan terakhir, Anda diminta menunggu panggilan untuk mengambil BPKB yang telah selesai dicetak dengan menunjukkan bukti pelunasan BPKB tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *