Cara Mudah Mengambil Kelebihan Sisa Titipan Denda Tilang

Pembayaran Denda Tilang Menggunakan Online Payment (Foto: Liputan6)

Ketika pengendara melakukan pelanggaran lalu lintas, kemudian kena tilang, ia boleh tidak mengikuti sidang. Sebagai gantinya, denda tilang dibayarkan melalui bank, lalu dokumen kendaraannya yang disita polisi akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. 

Menurut aturan yang berlaku, denda tilang yang dibayarkan ke pihak bank adalah denda tilang maksimal, namun ketika sudah diputuskan hakim, dendanya tidak selalu berlaku untuk denda maksimal, sehingga ada sisa kembalian atau sisa uang denda dari penilangan tersebut. 

Sebagai misal, denda tilang maksimal untuk pelanggar yang menerobos lampu merah adalah Rp500 ribu. Jika ia tidak bisa mengikuti sidang tilang, pelanggar dapat membayar dendanya melalui bank, misalnya BRI Briva. Kode pembayaran denda dapat dicek di situs https://tilang.kejaksaan.go.id/.

Kemudian, ketika perkara tilang ini disidangkan di Pengadilan Negeri (PN), yang biasanya dilakukan 7-14 hari setelah penilangan, maka hakim akan memutuskan besaran denda pada pelanggar tersebut. Belum tentu, denda yang harus dibayar Rp500 ribu. Sering kali hakim memutuskan besaran dendanya di bawah angka tersebut.

Dengan demikian, akan ada uang sisa denda atau uang kembalian yang dapat diambil oleh pengendara. Lantas, bagaimana cara mengambil sisa uang tilang tersebut?  

Secara umum, saat terjadi penilangan, polisi akan menyarankan pelanggar untuk mengikuti sidang tilang di Pengadilan Negeri (PN) setempat. Namun, sebenarnya pelanggar diizinkan untuk tidak ikut sidang tilang sebagaimana tertera dalam Undang-Undang (UU) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 267. Lantas, dendanya dapat dibayarkan dengan menitipkannya ke bank BRI Briva. Jangan dititipkan ke polisi. 

“Pembayaran online melalui Briva BRI online tidak perlu menghadiri sidang, untuk mengetahui putusan sidang guna mendapatkan pengembalian sisa denda datang ke pengadilan atau kejaksaan disana akan diberikan surat putusan hakim mengenai besaran dendanya,” ujar Kanit Lantas Polsek Ciracas, AKP Gede Oka.

Seminggu atau dua minggu setelah penilangan, akan diadakan pemeriksaan acara cepat di PN. Hakim akan memutuskan jumlah denda untuk setiap pelanggaran lalu lintas. Biasanya, denda yang diputuskan tidak sampai jumlah maksimal sehingga terdapat uang sisa atau kembalian dari biaya denda tersebut.

Cara Mengambil Sisa Uang Tilang

Ketika hakim memutuskan bahwa dendanya lebih kecil dari denda maksimal, pelanggar akan memperoleh SMS pemberitahuan bahwa ada sisa uang setelah denda.

Karena itulah, ketika ditilang jangan lupa untuk menyantumkan nomor kontak aktif di surat tilang yang bisa dihubungi untuk memperoleh informasi besaran denda tilang.

Jikapun pelanggar lupa menyantumkan nomor kontak, pelanggar dapat melihat jadwal sidang tilang yang tertera di PN atau Kejaksaan.

Cara mengambil sisa uang denda tilang adalah sebagai berikut.

  1. Pelanggar mengambil putusan hakim di PN atau Kejari setempat.
  2. Menunjukkan struk atau kuitansi pembayaran denda dari bank atau ATM.
  3. Pihak PN atau Kejaksaan akan memberikan surat putusan PN mengenai besaran denda tilang. 
  4. Datang ke bank dan menunjukkan surat dari PN atau Kejaksaan tadi.
  5. Pelanggar akan memperoleh sisa kembalian uang denda tilangnya dari bank.

Baca juga: Tenang, Tidak Perlu Sidang Tilang. Ikuti Langkah Berikut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *