Besaran Denda Tilang Pelanggaran SIM Terbaru

Kena Tilang?

Pengendara kendaraan bermotor yang tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM) saat Operasi Zebra atau tindak penilangan akan dikenakan denda mulai dari Rp 250 ribu dan paling banyak sebesar Rp1 juta.

SIM adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kepada pengendara kendaraan bermotor yang sudah memenuhi persyaratan administrasi, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil menggunakan kendaraan bermotor.

Untuk memperoleh SIM A, C, dan D, seseorang harus minimal berusia 17 tahun. Sementara SIM B1 adalah 20 tahun dan SIM B2 adalah 21 tahun.

Saat ini, pengetatan aturan lalu lintas kian digalakkan berkat implementasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang sudah diberlakukan secara nasional sejak Maret 2021.

Berkat sistem tilang elektronik, setiap pelanggaran lalu lintas otomatis akan terekam kamera CCTV berteknologi canggih yang dipasang di sejumlah ruas jalan tertentu. 

Besaran Denda Pelanggaran SIM

Aturan denda pelanggaran SIM ini diregulasi dalam Undang-Undang (UU) RI No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pelanggaran SIM saat berkendara ini terbagi dalam dua keadaan.

Pertama, pelanggaran karena tidak memiliki SIM. Kondisi ini dibebankan denda paling tinggi sebesar Rp1 juta. 

Jika tidak bisa membayar denda, maka pelanggar berpotensi akan dipidana kurungan paling lama empat bulan. Hal ini diatur dalam UU LLAJ pasal 281.

Kedua, pelanggaran karena tidak bisa menunjukkan SIM, sedangkan ia sudah memiliki SIM. Hal ini bisa disebabkan beberapa hal, misalnya tidak membawa SIM, ketinggalan, atau SIM-nya hilang dan tidak bisa menunjukkan kartu kehilangan SIM-nya.

Dalam keadaan ini, pelanggar akan dikenakan denda paling banyak Rp 250 ribu. Jika tidak bisa membayar denda, maka pelanggar berpotensi akan dipidana kurungan paling lama sebulan. Hal ini diatur dalam UU LLAJ pasal 288 ayat 2.

Untuk menghindari denda itu, setiap pengemudi yang sudah cukup umur harus memiliki SIM. Bagaimanapun juga, SIM punya banyak kegunaan, terutama sebagai bukti bahwa pengendara memiliki kompetensi dalam mengemudikan kendaraan bermotor.

Mengantongi SIM juga menunjukkan bahwa seorang pengemudi sudah melewati ujian teori dan praktik berkendara. Selain itu, SIM juga berguna sebagai tanda pengenal dan identitas yang dapat digunakan sebagai pengganti KTP di situasi tertentu.

Melalui identitas SIM, ketika terjadi keadaan yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan lalu lintas, maka pengendara akan lebih cepat dikenali dan kasusnya segera ditangani oleh pihak berwajib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *