Berapa Besaran Sanksi Denda Kendaraan Tak Lolos Uji Emisi?

Sejak 13 November 2021, setiap kendaraan bermotor milik pribadi yang melintas di Jakarta diwajibkan lolos uji emisi gas buang. Kebijakan ini diberlakukan untuk mengurangi produksi polusi di DKI Jakarta.

Kebijakan ini dijalankan sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 66 Tahun 2020. Dalam pergub tersebut kendaraan yang menjadi sasaran uji emisi adalah mobil penumpang pribadi dan sepeda motor yang usia kendaraannya lebih dari tiga tahun.

Emisi gas buang kendaraan bermotor adalah istilah untuk zat atau bahan-bahan pencemar yang dikeluarkan langsung dari pipa pembuangan gas kendaraan atau knalpot.

Setiap kendaraan bermotor diharuskan memiliki kadar emisi gas buang di bawah ambang batas yang telah ditetapkan. Dalam Pergub Nomor 31 Tahun 2008, ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor ditetapkan sebagai berikut.

Sepeda Motor:

  • Sepeda motor 2 tak tahun pembuatan di bawah 2010: Karbon monoksida (CO) 4,5 persen dan Hidrocarbon (HC) 12.000 ppm,
  • Sepeda motor 4 tak tahun pembuatan di bawah 2010: CO 5,5 persen dan HC 2.400 ppm,
  • Sepeda motor 2 tak dan 4 tak tahun pembuatan di atas 2010: CO 4,5 persen dan HC 2.000 ppm.

Mobil Penumpang:

  • Mobil Bahan Bakar Bensin tahun pembuatan di bawah 2007: CO 3 persen dan HC 700 ppm,
  • Mobil Bahan Bakar Bensin tahun pembuatan di atas 2007: CO 1,5 persen dan HC 200 ppm,
  • Mobil Diesel tahun pembuatan di bawah 2010 dengan bobot kurang dari 3,5 ton wajib memiliki opasitas minimal 50 persen HSU,
  • Mobil Diesel tahun pembuatan di atas 2010 dengan bobot kurang dari 3,5 ton wajib memiliki opasitas minimal 40 persen HSU,
  • Mobil Diesel tahun pembuatan di bawah 2010 dengan bobot lebih dari 3,5 ton wajib memiliki opasitas minimal 60 persen HSU,
  • Mobil Diesel tahun pembuatan di atas 2010 dengan bobot lebih dari 3,5 ton wajib memiliki opasitas minimal 50 persen HSU.

Sanksi Tak Lolos Uji Emisi

Sanksi tilang yang diberikan pada kendaraan bermotor yang tak lolos uji emisi mengacu pada peraturan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009. Besaran tilang yang diatur dalam aturan tersebut adalah Rp250.000,- bagi sepeda motor dan Rp500.000,- bagi mobil.

Selain sanksi tilang, kendaraan yang tak lolos uji emisi juga akan dikenakan biaya parkir tertinggi senilai Rp60.000,-.

Akan tetapi, penerapan sanksi tilang hingga kini belum diberlakukan. Kendaraan bermotor yang tak lulus uji emisi gas buang baru dikenai teguran.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono menjelaskan pada Kompas.com (3/11/2021), bahwa peraturan ini masih dalam proses sosialisasi oleh karenanya sanksi denda belum dilaksanakan.

Pengendara bermotor yang hendak melakukan uji emisi gas buang dapat melakukan uji emisi di bengkel uji emisi, kios uji emisi, kendaraan uji emisi (mobile), atau Kantor Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Baca juga: Tak Perlu Bingung, Berikut ini Cara Mudah Membayar Denda Tilang Secara Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *