Aturan Terbaru Naik Motor Sambil Ngobrol Bisa Kena Tilang

Aturan Naik Motor Sambil Ngobrol Bisa Kena Tilang

Salah satu tindakan menjengkelkan yang kadang dilakukan pengendara motor adalah mengobrol dengan pengendara lain di jalan raya. Kini, tindakan tersebut sudah digolongkan sebagai pelanggaran lalu lintas. Denda maksimalnya adalah Rp750 ribu atau kurungan penjara paling lama tiga bulan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Humas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui media sosialnya, pengendara yang mengobrol ini dapat ditindak berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 283.

Alasannya, aktivitas mengobrol sambil mengemudikan kendaraan dapat merusak konsentrasi pengendara sehingga berisiko menyebabkan kecelakaan. Mengobrol yang dimaksud bukan aktivitas mengobrol antara pengemudi dan orang yang diboncengnya, melainkan antara pengemudi satu dengan pengemudi motor yang lain.

Sebenarnya UU 22/2009 Pasal 283 tidak secara spesifik menyatakan bahwa kegiatan mengobrol adalah tindakan pelanggaran lalu lintas. Namun, jelas-jelas aktivitas ini mengganggu kelancaran berkendara di jalan raya dan mengganggu konsentrasi pengemudi.

Segala aktivitas yang berisiko mengganggu aktivitas berkendara dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas terlarang dilakukan. Berikut ini bunyi Pasal 283 UU 22/2009.

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah),” tulis aturan tersebut.

Berdasarkan aturan di atas, pengendara yang mengobrol dengan pengendara lain, apabila ketahuan polisi atau terekam kamera tilang elektronik akan kena tilang. Pelanggar dibebankan denda paling banyak Rp750 ribu atau ancaman penjara paling lama tiga bulan. 

Selain berisiko mengakibatkan kecelakaan, berkendara sambil mengobrol dengan kendaraan lain juga mengakibatkan ketidaknyamanan di jalan raya. Pasalnya, aktivitas tersebut memakan banyak ruang di jalan raya sehingga dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Apabila pengendara ingin menyampaikan informasi penting, beri isyarat kepada rekan pengendara lain untuk berhenti sejenak, serta menepi di pinggir jalan. Jangan sampai mengobrol selagi berkendara.

Lantas, bagaimana jika Anda menemukan ada dua pengendara motor yang sedang mengobrol dan mengganggu kenyamanan berkendara di jalan raya?

Direktur Training Defensive Safety Consultant, Sony Susmana menyatakan apabila menemukan jenis pengendara seperti ini, bunyikan klakson untuk menegur mereka agar segera menghentikan percakapan.

“Suara klakson pasti akan mengganggu dan menghentikan percakapan, serta menyelamatkan mereka dari bahaya. Mereka paham bahwa yang dilakukan itu adalah salah,” papar Sony Susmana.

Peraturan tidak boleh mengobrol di jalan raya ini bertujuan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas. Bagaimanapun juga, jalan raya adalah ruang publik. Kecelakaan yang terjadi pada suatu kendaraan dapat membahayakan pengendara yang lain dan mengancam keselamatan bersama.

Baca juga: Kenali Fungsi Pelat Kendaraan sesuai Aturan Lalu Lintas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *