Aturan dan Besaran Denda Tidak Mengenakan Safety Belt

Mengenakan sabuk pengaman atau safety belt adalah kewajiban setiap pengemudi dan penumpang mobil. Aturan itu tertuang dalam Undang-Undang (UU) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009 pasal 57. Orang yang melanggar aturan ini diancam pidana kurungan penjara paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp250 ribu.

Mengenakan sabuk pengaman merupakan bentuk kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan saat berkendara. Sebab, tak ada yang dapat memprediksi kejadian tak terduga di jalan raya.

Secara umum, safety belt yang terpasang di bagian kursi mobil bukan hanya sebagai aksesoris, melainkan juga sebagai alat keselamatan. Orang yang wajib mengenakan sabuk pengaman berdasarkan UU LLAJ 22/2009 Pasal 289 adalah pengemudi mobil dan penumpang di samping pengemudi. Bunyi aturan itu adalah sebagai berikut.

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor atau penumpang yang duduk di samping pengemudi yang tidak mengenakan sabuk keselamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (6) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)”

Ketika akan berkendara, pastikan untuk segera memasang sabuk pengaman dengan rapi dan jangan sampai tergulung atau melintir. Letak safety belt harus berada di pundak dan di bawah pusar, serta terkunci dengan bunyi klik, sebagaimana disampaikan Training Director The Real Driving Centre (RDC) Marcell Kurniawan.

“Yang bagian atas di pundak, kemudian yang bawah di bawah pusar. Karena di titik tersebut terdapat tulang yang kuat untuk menahan badan kita bila terjadi tabrakan,” kata Marcell Kurniawan.

Sabuk pengaman yang dipasang dengan benar akan mencegah dan melindungi pengemudi dari kemungkinan benturan. Ia menopang badan dari hal-hal tak diinginkan. Ketika terjadi kecelakaan, badan yang terpasang sabuk pengaman akan tetap diam di jok dan mengurangi risiko terlempar ke depan.

Cara kerja sabuk pengaman adalah dengan menahan tubuh dan mencegah tabrakan kedua. Apa yang dimaksud tabrakan kedua? Ketika terjadi kecelakaan, benturan pertama terjadi di bagian luar mobil yang mendorong terjadinya gaya inersia di dalam mobil. Dengan mengenakan sabuk pengaman, hal itu mencegah terjadinya tabrakan (kedua) antara badan pengendara dengan kemudi atau dashboard.

Pengemudi dan penumpang mobil di bagian depan tentu akan merasa lebih aman dan nyaman ketika mengenakan sabuk pengaman. Selain mengurangi risiko kecelakaan parah, mengenakan sabuk pengaman juga bagian dari bentuk tertib lalu lintas. Jadi, apabila tak ingin berurusan dengan pihak berwajib, selalu gunakan sabuk pengaman saat berkendara di jalan raya.

Baca juga: Aturan Terbaru Naik Motor Sambil Ngobrol Bisa Kena Tilang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *