Aturan Bersepeda bagi Pesepeda di Jalan Raya

Pesepeda adalah satu pengguna jalan yang memperoleh perhatian dalam aturan lalu lintas. Karena melonjaknya penggunaan sepeda selama pandemi Covid-19, Kementerian Perhubungan mengeluarkan Permen Nomor 69 Tahun 2020 yang mengatur tentang keselamatan pesepeda di jalan raya. 

Saat ini, kebiasaan bersepeda bukan lagi sekadar sebagai moda transportasi, melainkan gaya hidup. Misalnya, Walikota Bogor Arya Bima menggandrungi sepeda listrik bermerek Italjet yang harga belinya sekitar Rp30-40 jutaan.

Sebagai alat transportasi, sepeda tergolong lebih sehat dan ramah lingkungan. Beberapa negara, seperti Belgia, Belanda, Jepang, dan sebagainya sudah menjadikan sepeda sebagai transportasi utama sehari-hari.

Bagi Anda yang gemar bersepeda, berikut ini sejumlah aturan yang harus diikuti agar pengalaman bersepeda aman dan menyenangkan. 

Selalu kenakan perlengkapan keselamatan

Pesepeda dianjurkan untuk mengenakan helm. Helm ini berfungsi sebagai perlengkapan keselamatan untuk memberi perlindungan saat terjatuh atau terjadi kecelakaan.

Mengenakan helm ini kian penting ketika pesepeda berkendara di jalan raya. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, pesepeda sebaiknya menggunakan perlengkapan keselamatan tersebut. 

Gunakan jalur sepeda yang telah disediakan

Kendati tidak semua kota besar memiliki jalur khusus sepeda, namun ketika sudah disediakan pemerintah, selalu gunakan jalur sepeda tersebut. Umumnya, jalur khusus sepeda itu berada di pinggir atau tepi jalan, serta berjarak 1,5 meter dari kendaraan lain.

Apabila belum terdapat jalur khusus, maka berkendaralah di tepi jalan di sebelah kiri. Panduan ini tertuang dalam Undang-Undang (UU) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 108. 

Gunakan isyarat tangan untuk berbelok

Karena tidak memiliki lampu sein, gunakan isyarat tangan ketika ingin berbelok, berbalik arah, atau pindah jalur. Isyarat tangan ini berfungsi sebagai penanda bagi pengguna jalan yang lain untuk tidak menyalip dan mendahului gerak belok tersebut.

Taati aturan lalu lintas

Jalan raya adalah ruang publik milik bersama. Karena itu, pesepeda harus selalu taat aturan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Sejumlah aturan yang harus ditaati pesepeda adalah tidak menerobos lampu merah, tidak menggunakan trotoar atau bahu jalan, memprioritaskan pejalan kaki, dan sebagainya.

Tidak boleh ditarik kendaraan bermotor

Dalam Permen Perhubungan 69/2020 Pasal 8 disebutkan mengenai larangan sepeda ditarik oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan yang membahayakan keselamatan. 

Saat ini, kerap ditemukan pesepeda yang ditarik pengendara sepeda motor. Tindakan tersebut dilarang aturan lalu lintas dan tidak boleh dilakukan. Adapun denda bagi pelakunya diatur dalam UU LLAJ 22/2009 Pasal 299. Besaran dendanya paling besar Rp100 ribu atau kurungan penjara 15 hari.

Baca juga: Jangan Lewati Jalur Sepeda, Ini Besaran Denda Tilangnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *