Apa itu Tilang Elektronik: Cara Kerja dan Pelanggaran yang Kena Tilang

Tilang Elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) diberlakukan secara resmi dan nasional sejak Selasa, 23 Maret 2021.

Tilang elektronik ini adalah penerapan kamera pemantau berteknologi canggih untuk mengontrol pelanggaran lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Jika seseorang terkena tilang elektronik, lalu tidak membayar denda, maka sanksinya adalah pemblokiran Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Sejak ditetapkannya ETLE Tahap Pertama, sebanyak 12 Kepolisian Daerah (Polda) dijadikan sebagai percontohan nasional tilang elektronik melalui operasi kamera-kamera pemantau CCTV di sejumlah lokasi jalan.

Sejumlah Polda tersebut adalah Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda Jambi, dan Polda Sumatera Utara. Kemudian Polda Riau, Polda Banten, Polda DIY, Polda Lampung, Polda Sulawesi Selatan, dan Polda Sumatera Barat.

Pemberlakukan ETLE ini diterapkan bagi semua jenis kendaraan, baik itu kendaraan roda dua atau roda empat. Kamera pemantau akan menangkap pelanggaran lalu lintas secara otomatis setiap kali terjadi pelanggaran di ruas jalan.

Jika suatu kendaraan dianggap telah melakukan pelanggaran, maka pengendara bersangkutan akan diberi tahu pelanggarannya melalui pesan elektronik atau surat konfirmasi yang diantarkan ke alamatnya.

Penerapan ETLE ini berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 Tahun 2012 Tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Berdasarkan UU di atas, pelanggaran yang akan kena tilang elektronik adalah pelanggaran berikut ini.
  1. Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan;
  2. Tidak mengenakan sabuk keselamatan bagi pengemudi kendaraan roda empat;
  3. Berkendara sambil menggunakan gawai pintar;
  4. Melanggar batas kecepatan; 
  5. Menggunakan plat nomor palsu atau tidak berplat sama sekali;
  6. Berkendara melawan arus;
  7. Melanggar lampu merah;
  8. Tidak mengenakan helm;
  9. Berboncengan lebih dari dua orang;
  10. Tidak menyalakan lampu saat malam dan siang hari bagi sepeda motor.

Perangkat ETLE akan memberlakukan tilang dalam lima tahap sesuai dengan penjelasan Korlantas Polri.

  1. Perangkat ETLE ini merekam dan memotret setiap pelanggaran lalu lintas pada lokasi yang dipasang kamera tilang elektronik.
  2. Dari hasil rekaman itu, petugas akan mengidentifikasi plat nomor dan data kendaraan menggunakan Electronic Registration & Identification (ERI).
  3. Surat konfirmasi akan dikirimkan via Pos ke alamat pemilik kendaraan bermotor untuk konfirmasi atas pelanggaran yang terjadi. Surat konfirmasi adalah dasar untuk penindakan tilang tersebut.
  4. Batas konfirmasi setelah menerima surat itu adalah delapan hari. Jika kendaraan yang dimaksud bukan kendaraan milik orang yang dikirimkan surat konfirmasi, maka itu harus diberitahukan.
  5. Cara konfirmasi adalah melalui situs web atau datang langsung ke kantor Sub Direktorat Penegakan Hukum.
  6. Usai pelanggaran terkonfirmasi, petugas akan menerbitkan tilang. 
  7. Pembayaran tilang dilakukan via BRI Virtual Account (BRIVA) dengan kode pembayaran untuk pelanggaran yang terverifikasi dalam penegakan hukum.

Bagi pelanggar lalu lintas yang ragu apakah ia kena tilang atau tidak, ia dapat memeriksa sendiri di situs web https://etle-pmj.info.

Di situs web tersebut, petugas Polda Metro Jaya akan mengunggah foto atau video kendaraan yang diduga melanggar lalu lintas.

Jika pemilik kendaraan tidak melakukan konfirmasi pelanggaran atau tidak membayar denda tilang, sanksinya adalah pemblokiran STNK sementara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *