Apa Itu Tilang CCTV dan Bagaimana Mengurusnya?

Apa Itu Tilang CCTV dan Bagaimana Mengurusnya?

Untuk menertibkan aturan lalu lintas dan mengefisienkan pelaksanaan tilang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mulai memberlakukan tilang elektronik atau sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) secara nasional sejak Maret 2021 lalu.

Penerapan tilang elektronik ini adalah melalui rekaman CCTV yang diletakkan di ruas jalan tertentu. Karena menggunakan bantuan CCTV, tilang elektronik juga dikenal dengan sebutan tilang CCTV.

Sebelumnya, penindakan tilang elektronik ini sudah diterapkan di Jakarta sejak akhir 2018. Karena kinerja ETLE yang terbukti efektif menangani pelanggar lalu lintas, sistem ini kemudian diimplementasikan dalam lingkup nasional.

Baca juga: Waspada Kena Tilang, Berikut ini 27 Titik Tilang Elektronik di Jawa Tengah

Lantas, apa itu tilang CCTV dan bagaimana cara kerjanya? 

Tilang CCTV ini adalah penerapan kamera monitor berteknologi canggih untuk  menangkap pelanggaran lalu lintas secara otomatis. Kamera CCTV dipasang di sejumlah ruas jalan untuk memantau setiap pelanggaran yang terjadi.

Tilang CCTV ini diterapkan bagi semua jenis kendaraan, baik itu kendaraan roda dua atau roda empat.  Jika suatu kendaraan dianggap telah melakukan pelanggaran, maka pengendara bersangkutan akan diberi tahu penilangannya melalui pesan elektronik atau surat konfirmasi yang diantarkan ke alamatnya.

Cara kerja dan mengurus tilang CCTV ini dijelaskan oleh laman Korlantas Polri dalam beberapa tahap.

Pertama, kamera CCTV merekam dan memotret setiap pelanggaran lalu lintas pada lokasi yang sudah ditentukan. Dari hasil rekaman itu, petugas akan mengidentifikasi plat nomor dan data kendaraan menggunakan Electronic Registration & Identification (ERI).

Kedua, setelah alamat pelanggar sudah diketahui, petugas akan mengirimkan surat konfirmasi via pos ke pemilik kendaraan bermotor untuk konfirmasi atas pelanggaran yang terjadi. Surat konfirmasi adalah dasar untuk penindakan tilang tersebut. Batas konfirmasi setelah menerima surat itu adalah delapan hari. 

Ketiga, pelanggar harus melakukan konfirmasi melalui situs web yang disebutkan di surat konfirmasi tersebut, atau datang langsung ke kantor Sub Direktorat Penegakan Hukum. Jika kendaraan yang dimaksud bukan kendaraan miliknya, maka ia harus menyampaikannya ke pihak kepolisian.

Keempat, Usai pelanggaran terkonfirmasi, petugas akan menerbitkan tilang. Selanjutnya, pembayaran tilang dilakukan via BRI Virtual Account (BRIVA) dengan kode pembayaran untuk pelanggaran yang terverifikasi dalam penegakan hukum.

Besaran Denda Tilang CCTV

Besaran denda tilang CCTV yang dibayar menyesuaikan dengan jenis pelanggarannya. Berikut ini daftar biaya denda tilang CCTV sebagaimana tercantum dalam  Undang-Undang (UU) RI No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

  1. Tidak memiliki SIM: Rp1 juta
  2. Memiliki SIM tapi tidak bisa menunjukkan SIM-nya: Rp250 ribu.
  3. Kendaraan tidak berplat nomor: Rp500 ribu
  4. Persyaratan teknis sepeda motor tidak layak, seperti spion, knalpot, dan sebagainya: Rp250 ribu.
  5. Persyaratan teknis mobil tidak layak, seperti spion, lampu mundur, dan sebagainya: Rp500 ribu.
  6. Melanggar rambu lalu lintas: Rp500 ribu.
  7. Melanggar batas kecepatan kendaraan: Rp500 ribu.
  8. Sepeda motor tidak ber-STNK: Rp500 ribu.
  9. Tidak mengenakan sabuk pengaman: Rp250 ribu.
  10. Pengendara tidak mengenakan helm: Rp250 ribu.
  11. Tidak menyalakan lampu utama: Rp250 ribu.
  12. Tidak menyalakan lampu sein saat berbelok: Rp100 ribu.

Sebagai catatan, biaya denda yang tertera di atas adalah besaran maksimal. Biasanya, di lapangan, biaya dendanya bervariasi tergantung berat-ringannya pelanggaran lalu lintas yang dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *