Alur dan Cara Mengurus Sidang Tilang di Pengadilan

Menggunakan helm untuk keselamatan bukan untuk menghindari tilang

Berkat gencarnya Operasi Zebra, serta penerapan tilang elektronik, banyak pengendara yang ketahuan melakukan pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran lalu lintas ini dapat diselesaikan dengan denda atau melalui sidang pengadilan.

Ketika ditilang, terdapat dua jenis surat tilang sebagai dasar penindakan itu, yaitu surat tilang dengan slip biru dan slip merah. Dua slip ini memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Pertama, slip merah akan diberikan ketika pelanggar tidak merasa bersalah dan membantah polisi saat proses penilangan. Pelanggar akan diberikan surat tilang berwarna merah agar menyampaikan argumentasinya di pengadilan saat sidang digelar. 

Kedua, slip biru yang artinya pelanggar mengakui kesalahannya dan dapat langsung membayar dendanya menggunakan sistem e-Tilang.

Ragu Kena Tilang? Berikut ini Cara Cek Tilang Elektronik Online

Jika pelanggar menolak kesalahan yang didakwakan, pengadilan yang akan memutuskan pelanggar bersalah atau tidak. Hakim akan mendengarkan keterangan dari polisi bersangkutan dan pelanggar dalam sidang di kehakiman setempat.

Bagaimana alur sidang tilang di pengadilan? Berikut ini penjelasan rincinya agar tidak kebingungan saat mengurus sidang tilang.

  1. Datang ke pengadilan negeri

Ketika kena tilang, baik itu melalui Operasi Zebra, tilang elektronik, atau tilang konvensional, biasanya pelanggar akan memperoleh surat tilang yang menjadi dasar untuk tilang yang dilakukan.

Surat tilang tersebut berisi nomor tilang, jadwal, dan alamat pengadilan negeri untuk sidang penilangan.

Perlu diingat, jangan sampai datang telat dari jadwal yang sudah tertulis. Selain itu, jika tertilang di Yogyakarta, maka pelanggar harus datang ke Pengadilan Negeri Yogyakarta, kendati KTP pelanggar sebenarnya dari luar kota Yogyakarta. 

Apa itu Tilang Elektronik: Cara Kerja dan Pelanggaran yang Kena Tilang

  1. Mengambil nomor antrian sidang

Sesampainya di Pengadilan Negeri, pelanggar akan memperoleh nomor antrian untuk mengikuti sidang tilang tersebut. Selepas memperoleh nomor antrian, pelanggar harus menunggu di depan ruang sidang dan dilarang pergi ke mana-mana.

  1. Mengikuti sidang

Dalam sidang tilang, biasanya akan ada banyak orang yang mengikuti proses yang sama. Karena itu, untuk mempersingkat waktu, biasanya hakim akan memanggil 10 hingga 20 orang secara bersamaan.

Kemudian, hakim akan membacakan pelanggaran sesuai dengan urutannya. Pelanggar mesti menjawab sesuai dengan pertanyaan yang diberikan hakim.

  1. Membayar denda

Selepas sidang, pelanggar diminta untuk membayar denda di kasir pengadilan. Besaran nominal dendanya disesuaikan dengan berat-ringannya pelanggaran lalu lintas yang dilakukan. 

Rentang denda pelanggarannya dari Rp100 ribu sampai dengan Rp1 juta. Denda paling ringan adalah tidak menyalakan lampu utama di siang hari bagi pengendara sepeda motor, sementara denda paling berat adalah tidak memiliki SIM saat mengemudikan kendaraan.

Berapa Denda Tilang Terbaru: Besaran Minimal dan Maksimalnya

  1. Mengambil STNK

Selepas membayar denda, pengendara dapat mengambil Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta berhati-hati tidak mengulangi pelanggaran yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *