5 Cara Melawan Kantuk Saat Berkendara

Mengantuk saat berkendara dapat menyebabkan pengemudi tidak fokus dan menurunkan konsentrasinya. Akibatnya, ia rawan mengalami kecelakaan. Berikut ini sejumlah cara untuk mengatasi dan mencegah kantuk ketika mengemudikan kendaraan.

Meskipun rasa kantuk adalah respons alamiah tubuh dan wajar dialami semua orang, tetapi ketika kantuk muncul saat berkendara, maka hal ini patut diwaspadai.

Terdapat sejumlah tanda-tanda rasa kantuk menyerang saat berkendara, mulai dari sulit berkonsentrasi, sering berkedip, katupan mata terasa berat, melamun, sulit memperhatikan jalan, menguap  berkali-kali, sampai kepala menjadi terkantuk-kantuk.

Data Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Nasional (National Highway Traffic Safety Administration) pada 2013 menyatakan bahwa rasa kantuk ketika berkendara telah menyebabkan sekitar 72 ribu kecelakaan, 44 ribu cedera, dan 800 kematian.

Selain itu, dari sisi aturan Undang-Undang (UU) RI No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), mengemudi dalam keadaan mengantuk tergolong pelanggaran lalu lintas.

Pada pasal 106 ayat (1) UU LLAJ disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Orang yang mengantuk saat berkendara, konsentrasinya tidak penuh. Jika ia kena tilang, maka akan didenda paling banyak Rp750 ribu atau kurungan penjara paling lama 3 bulan.

Bagaimana mengatasi dan mencegah kantuk saat berkendara? Berikut ini beberapa tips agar aman dan tetap bugar ketika mengemudikan kendaraan.

  1. Istirahat dan tidur cukup sebelum berkendara

Tidur cukup adalah istirahat paling baik bagi tubuh. Pastikan juga sebelum berkendara, Anda tidur terlebih dahulu, meskipun hanya beberapa jam. 

Jika benar-benar tidak sempat, minimal habiskan sekitar 15-30 menit untuk istirahat memejamkan mata.

  1. Minum kopi berkafein

Minum kopi berkafein diyakini dapat mengurangi rasa kantuk, termasuk saat berkendara. 

Sebuah penelitian yang dimuat di Jurnal Psychopharmacology pada 2012 menuliskan bahwa mengonsumsi secangkir kopi sesaat sebelum berkendara dapat melawan kantuk sepanjang jalan.

  1. Tidak sendirian ketika berkendara

Berkendara bersama teman dapat menghalau kantuk. Selagi berkendara, Anda dapat bercakap-cakap sehingga rasa kantuk teralihkan.

Jika Anda lelah dan benar-benar tidak bisa menahan kantuk, teman dapat menggantikan Anda mengemudi.

  1. Mendengarkan audio saat berkendara

Mendengarkan audio ketika berkendara dapat menepis kebosanan dan rasa kantuk. Audio ini dapat berupa musik, podcast, radio, dan lain sebagainya.

Dengan mendengarkan podcast atau radio, Anda dapat menyimak informasi baru dari audio tersebut. Sementara itu, jika mendengarkan musik, Anda dapat mendendangkan liriknya selama perjalanan.

  1. Istirahat dan jangan dipaksakan

Akan tetapi, jika benar-benar kelelahan dan mengantuk, jangan paksakan diri untuk berkendara.

“Apabila mengantuk atau lelah sebaiknya istirahat saja dulu dan jangan memaksakan berkendara. Karena ini menyangkut dengan keselamatan,” kata Kapolres Pekalongan AKBP Darno, sebagaimana dilansir laman Polri.

Bagaimanapun juga, keselamatan berkendara lebih penting daripada terburu-buru ingin sampai ke tujuan, sementara tubuh sudah lelah dan mata mengantuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *