4 Tips Memilih Helm Modis, Aman, dan Bebas Tilang

Setiap pengendara sepeda motor di Indonesia wajib mengenakan helm. Selain sebagai perangkat keamanan selama berkendara, orang yang tidak mengenakan helm juga dianggap sudah melanggar aturan lalu lintas di Indonesia. Jika ketahuan tidak mengenakan helm, polisi akan menilangnya. Pelanggar harus membayar denda paling banyak Rp250 ribu atau menjalani kurungan penjara maksimal sebulan.

Seiring berjalannya waktu, helm tidak lagi sekadar perangkat keamanan, namun juga gaya fesyen bagi pengendara. Banyak anak muda menjadikan helm untuk bergaya, disesuaikan dengan jenis sepeda motor yang dikendarainya.

Sebagai misal, helm desain retro sering kali dipadankan dengan sepeda motor skuter atau Vespa. Demikian juga helm off-road mesti disesuaikan dengan sepeda motor trail. Untuk perempuan muslimah, ada helm khusus hijaber untuk kenyamanan berkendara saat mengenakan kerudung.

Namun, menggunakan helm untuk bergaya tidak selamanya aman. Ada jenis helm cetok, yang hanya melindungi bagian kepala saja. Desain helm cetok ini dianggap tidak memenuhi standar nasional Indonesia (SNI). Kendati orang yang mengenakannya merasa keren, namun helm ini tidak aman dan tidak bisa melindungi kepala dari benturan ketika terjadi kecelakaan. 

Tidak hanya itu, jika pengendara kedapatan polisi mengenakan helm cetok, ia akan ditilang dan wajib membayar denda. Lantas, bagaimana cara agar tetap modis, bergaya, sekaligus juga aman dan bebas tilang? Berikut ini tipsnya.

  1. Sesuaikan helm dengan jenis sepeda motor

Untuk memilih helm modis dan bisa digunakan bergaya, pilih jenis helm dan desain yang sesuai dengan jenis sepeda motor yang dikendarai. Sepeda motor maskulin dapat dipadankan dengan helm berdesain gagah. Demikian juga sepeda motor yang beraura feminin cocoknya diimbagi dengan helm yang desainnya lembut.

Sebagai misal, motor gede (moge) dapat memilih helm fullface atau helm dengan desain kuat, misalnya helm NHK R1 Pinlock. Jika motornya skuter atau matic, cocoknya mengenakan helm retro, seperti helm Cargloss.

  1. Pilih ukuran yang tepat dan sesuai selera warnanya

Pilih helm yang sesuai dengan ukuran kepala Anda. Jika helm itu kebesaran, maka tentu tak nyaman dipakai karena terasa longgar dan tidak maksimal melindungi kepala dari benturan.

Saat ini, ada banyak pilihan ukuran untuk helm, mulai dari yang S, M, L, hingga XL. Selain itu, ada juga merek helm tertentu yang menyediakan helm untuk ukuran kepala kecil, misalnya helm KYT X Rocket.

Kemudian, pilih warna yang sesuai selera pengendara atau dipadankan dengan warna sepeda motornya. Kesesuaian dengan selera pribadi dan padu-padan warna amat penting agar pengendara tetap modis selagi berkendara.

  1. Kenyamanan atau keamanan?

Jenis helm yang paling direkomendasikan untuk keamanan adalah helm fullface karena dapat melindungi seluruh bagian kepala dari benturan dan cedera ketika terjadi kecelakaan. Namun, kekurangannya, helm fullface kadang kala tidak nyaman dikenakan karena menutupi seluruh wajah dan terasa risih jika belum terbiasa.

Banyak pengendara lebih nyaman mengenakan helm half-face atau yang menutupi setengah wajah karena lebih leluasa digunakan. Sayangnya, laporan kecelakaan menunjukkan bahwa helm half-face masih berisiko menjadikan pengendaranya cedera wajah jika terjadi kecelakaan.

  1. Utamakan helm SNI, bukan sekedar fesyen

Agar aman dan bebas tilang, pilih helm yang sudah memenuhi standar SNI yang dikeluarkan Badan Standar Nasional (BSN). Syarat-syarat helm standar SNI adalah material cangkangnya harus non-logam, yang tahan perubahan suhu, resisten dengan sabun, minyak, air, deterjen, dan pembersih lainnya.

Bahan pelengkap helm SNI juga wajib tahan lapuk, tahan air, dan tahan perubahan suhu. Di sisi lain, bahan yang bersentuhan langsung dengan kulit tidak boleh menyebabkan iritasi dan penyakit kulit, dan tidak akan berubah bentuk ketika terkena keringat, minyak, atau bagian tubuh lainnya.

Umumnya, helm yang sudah memenuhi standar SNI, akan ada logo SNI di helm tersebut atau di boks helm saat pembeliannya. Kendati helm impor juga aman atau modis, namun jika belum distandarisasi oleh BSN, maka akan berisiko ditilang polisi.

Terlebih, jika pengendara helm cetok yang hanya menutupi bagian kepala sudah tentu tidak masuk helm SNI. Bukannya bergaya di jalanan, malahan pengendaranya harus membayar denda tilang di pengadilan atau di kejaksaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *